Showing posts with label Entri cinta. Show all posts
Showing posts with label Entri cinta. Show all posts

Sunday, January 02, 2011

Jasad itu hanya sementara,

Jasad duduk terkaku dipinggir sekelompok tanah yang membukit. Keresahan, berita yang didengari masih terngiang-ngiang ditelinga. Segala disekeliling dirasakan seperti tidak bernyawa. Betapa kejamnya takdir kepada aku. Mengapa ditarik saat aku masih memerlukan.

Terus berjalan melalui denai kecil didalam taman ini. Disinilah tempat kami selalu bersama. Terlihat didepanku gelak tawa kami, gelak tawa ayah seperti ceria. Namun keceriaan yang suram. Seperti potret-potret tidak bewarna. Tiada jiwa-jiwa yang menemani kehidupan disekitarku ini.

Terasa panas dipipi kanan. Oh betapa lemahnya jiwa aku sehinggakan pabila takdir menguji dengan serentap kebahagiaan, aku telah berserah kepada kesedihan. Ayah, hadirlah kau semula bawakan senyum aku yang telah hilang.

"Menangis anak abah?" Suara kasar menerjah dari belakang lantas aku menoleh. Susuk tubuh yang amat dikenali sedang berdiri melihat kearah aku, tersenyum.

"Bah!" Hanya kalimah itu yang keluar seraya kaki aku pantas berlari untuk mendakap tubuh yang dirindui itu. Getar hati semakin laju tatkala lengan merangkul pinggang abah.

"Kenapa anak abah menangis ni? Kan dah besar? Bakal pendidik anak bangsa." Tangan abah mengusap-usap aku. Amat menenangkan. Aku mendongak, mengamati wajah yang selama ini tak pernah gagal memberi aku kekuatan disaat aku lemah.

"Saya rindu abah." Pelukan semakin erat seperti tidak mahu melepaskan. Abah ibarat memahami.

"Semua yang jasad akan terlepas daripada genggaman kita. Kecuali kenangan." Jari ayah mencuit daguku, aku mendongak. Memandang wajah abah dengan penuh kekaguman. Tak pernah sekalipun lelaki ini gagal menyentuh hati aku dengan kalimat-kalimat yang dituturkannya.

"Hari ini, kita lihat keliling kita, apa yang ada semua hanyalah bayangan. Udara, dedaunan yang jatuh berterbangan, air yang mengalir, hanyalah bayangan didunia yang disajikan untuk mata kita oleh Allah swt, sebagai ujian buat kita sama ada kita akan lebih melihat bayangan dunia ataupun apa yang lebih nyata diakhirat nanti." Ayah terus merangkul aku rapat sambil dia mula melangkah, begitu juga aku.

Jiwa yang tadi dilanda rintik kegundahan mula terasa nyaman. Angin yang menghembus bagai berkata padaku,usah risau semuanya kembali menjadi seperti biasa. Ketenangan menelusup masuk menenteramkan degup-degup jantung yang tadinya kencang.

Langkah abah kemudiannya berhenti dihadapan tasik. Angin yang bertiupan melalui atas tasik kelihatan seperti tangan pelukis yang membuat keindahan diatas kanvas air. Lukisan demi lukisan berganti aku saksikan.

"Ingat anakku, kita adalah pinjaman sesama kita yang membuktikan kasih sayang Allah. Justeru kita harus redha dengan segala keputusan. Yang batil adalah dunia ini, dan yang nyata adalah akhirat. Teruslah anakku. Simpan semua kenangan bersama abah, manfaatkan yang baik. Seru abah sudah sampai, tamatnya tempoh tugas sebagai khalifah dimuka bumi." Suara ayah terhenti. Aku merasakan genggaman tangan ayah makin erat dikedua bahuku.

"Teruskan tanggungjawab kita. Jadilah manusia yang baik. Dan berilah kalimat-kalimat yang baik untuk orang tuamu ni." Ayah mendongakkan kepalaku sekali lagi dan merapatkan mukanya. Aku menutup mata. Satu kucupan oleh ayah didahiku. Terasa kehangatan kucupan ayah disebalik kesejukan angin yang mengelilingi kami.

"Abah selalu sayangkan kau." Serentak tamatnya kata-kata itu, satu deruan angin kuat menolakku sehingga jatuh. Aku tersentak, membuka mata tetapi jasad ayah telah hilang. Yang tetap hanya kelompok tanah yang masih merah dihadapanku.

Tangan mengenggam erat tanah merah itu sehingga terasa keperitan dicelahan tapak tangan. Nafas dilepaskan kuat dan balik tanganku digerakkan menggosok air mata. Esakan ini perlu dihentikan.

"Abah, aku bersyukur kerana Allah telah meminjamkanmu kepada aku untuk tempoh masa ini atas kasih sayangNya. Perginya abah sekarang, aku pasti akan menyusul nanti. Ya Allah, berilah aku kekuatan untuk menjadi segagah ayahku demi menjalankan tanggungjawab yang telah engkau amanahkan kepada kami, umat manusia."

Al-Fatihah.

*Kisah ringkas dikarang buat dua orang rakan yang baru saja kehilangan orang tersayang mereka, begitu juga buat saudaraku yang telah dipanggil kepangkuan Allah setelah hampir setahun bernikah dengan isteri tersayang, dan buat rakanku yang kehilangan atuknya sewaktu masih belajar jauh diperantauan. Akhir sekali buat semua jasad-jasad tersayang yang selalu kita-kita sayangi tetapi telah pergi. Dengan harapan kita selalu ingat bahawa jasad itu hanya sementara, yang pasti adalah janji Allah diakhirat kelak.
Semoga tahun baru 2011 yang datang mengingatkan kita bahawa kematian kian menghampiri setiap detik.

Selamat.

Wednesday, September 29, 2010

Dari hati ke hati

Jap 11.30 malam di Coventry. Cuaca diantara 8 - 15 darjah celcius menyelubungi perjalanan. Setelah terbang selama lebih 14 jam dan perjalanan train lebih 2 jam, aku sampai diEarlsdon. Rumah baru.

Dalam pada mengemas barang-barang dan bilik, aku buka kedua luggage yang dibawa dari Malaysia. Terlihat semuanya tersusun rapi didalam luggage membuat aku haru teringatkan mama yang tolong mengemas barang-barang aku hari tu. Terlihatkan bekal makanan, kuih raya dipacking cantik, rempah-ratus dilabel rapi.

Terlihatkan kek coklat buatan kain yang dikirim dari Bulan serta patung khas dari New Zealand.

Hmm, kadang aku selfish. Sampailah aku tersentak melihat realiti. Jikalaulah semua dicipta indah didunia, perhubungan dicipta menyayangi dan pertemuan dicipta untuk pertemuan berikutnya tanpa adanya perpisahan, tetapi dunia seperti tu dalam cerita fantasi saja.

Dengan harapan tahun depan masih ada mereka yang aku sayangi, terutama Nenek yang menjangkau pertengahan 70. Tak akan aku lupa ciuman buat dan dari nenek tatkala berhenti dirumah nenek sebelum menuju Sepang semalam.

Baru sekejap, mula merindui. Memang hati manusia selalu lemah diwaktu sunyi. Baru aku mengerti perasaan baba.

Biar hari ini aku disini cuba mengejar apa yang mampu aku capaikan. Kau berilah aku kegembiraan sebaiknya kerana memang semua milik Kau.

Selamat.

Monday, August 16, 2010

Three random thoughts and One interpretation

1) It's funny to see that many of those who are great artists, writers who have the ability to put life in imagination and geniuses are if not emotionally unstable, are not as normal as how we defined normal in this life. Lots of stories I heard and read about all the suicides and murders. It's even more funny to discover how many of these many emotionally retarded people are not even known, at least not until after their death. Is it up to how they are accepted by the masses or how they want to be accepted? I mean, dying to be in the 27 club, the thought is cool but it's cooler to have lived and give back something to the people who loved you. The irony is did they die for the mass or did the mass killed them as entertainment?

2) If we're bright enough to notice, this world evolves around the same thing like before. In whatever businesses we have, we can learn to live out of the primitives age yet we can't ever take the primitives out of us. The saying is kind of truthful in its meaning.

3) These are ways to interpret life. To show to the mass, how they live life and how they see it. They're beautiful but sometimes scary. Meaningful yet sometimes dull. But the best thing about it is that no one has ever succeeded in showing people what is all about life. That's why it's becoming more of an item that catches interests.

*Love is a word often misinterpreted. For some loving is about kissing, hugging and caressing each others private part tenderly, this is how the term make love was found. For some love is all about taking care of each other and being there for the better half in good and bad times, this is how we learn that men are from mars and women are from venus. I could never define how i understood love, perhaps I've never learn to understand it. The dumb part about this is it's harder for us to see, love is not for only two people.

Selamat.

Wednesday, July 21, 2010

Bloody love and sex

It's thrilling. Just sitting beside her. I can hear her sweet blood gushing in her veins. See her reddish warm skin, so bright and her tiny lips moving, telling me a story. It's entertaining, very much.

"Wish we could stay like this together, forever. Listening to your stories." I touch her hand and hold it tight to my chest and she smiles. Seldom you get a more honest smile.
"This is so strange. Feel so close but threatening." She lays her head on my right shoulder and continues,"I feel like giving up to you everything that I have."
"It's okay. You're the one who taught me to be patient. I can wait as long as you want to wait." I hug her closer. It's so quiet that my heart says it can hear her heartbeats. Every beats are so close to me that it's triggering me to lose my sense. The air is quite cold as me but her body's temperature is soothing. Without realizing I'm pressing hard to her body.
"You don't look that patient. Am I so tempting to you?" She notices and giggles while she lets her hair tickles my neck. If only she knows I never let the other species to decide but she's the only one.
"It's been quite sometime since I asked you to wait. By waiting, you showed me that you really care. I can't wait no longer myself. This feeling of closeness..." Her voice struggles to continue. I can sense a vibration of ecstasy in her last word.
"It's so romantic. I've never dreamt of having such feeling with a man." She releases a small breath and continue while her hand is holding me ever tightly, not letting go. I kept quiet. Just enjoying the aroma of being alone with her. So sudden she gaze up with her shiny hazel eyes looking straight into me. An attempt to understand what's inside, I guess.
"I can't get you figured out. No matter how long I've tried. Your calm makes me vulnerable." She buries her head onto my shoulder again. I know she's now so weak to resist.
"I'm all yours baby as how you've been all mine." I said softly. More like whispering.
"Come. I'll let you do this cause I know I can't resist no more." She straighten her hair to her right shoulder and shove her neck to me. It's like the best scene I've ever been in. This is so worth the long wait.

And it happens. So quickly it ends. Yet the short moment of ecstasy is equal to all I've ever been through. So sweet is her blood, and her submission. After all, it is I, who first submitted my sense to her cause she's worth all the decisions.

Saturday, July 17, 2010

Come away with me



Baby, come away with me. Right now.

Tuesday, July 06, 2010

Keperluan laki-laki dan wanita

Salam sejahtera keatas kamu.

Bagi aku, apa yang patut dimaukan oleh seorang laki-laki daripada perempuan adalah kasih sayang, kepercayaan dan pandainya menjaga maruah.

Dan apa yang patut dimaukan oleh seorang perempuan daripada laki-laki adalah kasih sayang, kesetiaan dan security.

Bagi yang memaukan jam Guess tiga angka ataupun cincin berlian ataupun dompet crocodile berbau kulit, kau tinggalkan saja. Tapi apa boleh buat, ramai antara laki-laki dan perempuan sekarang ini yang sudah dirosakkan materialisme dan keplastikan dalam sifat.

Ah, bila cinta diequalkan dengan objek yang tangible. Maka tiada erti lagi lagu-lagu ciptaan sendiri sang lelaki dan muffler jahitan tangan sendiri sang gadis. Hilang indahnya d.i.y!

Selamat.

Friday, May 07, 2010

Untuk Faris dan Linda (my bro and my sis)

Dulu waktu aku kecil, kakak sedara aku kahwin. Waktu tu aku sekolah rendah lagi. Pergi. Rajin tolong menolong. Sana-sini pergi tolong. Tapi kecil-kecil, susah nak dapat kepercayaan orang lain. Bila aku nak pergi tolong angkat pinggan, tak boleh. Takut pinggan jatuh bersepah. Bila nak tolong bagi telur, takut jatuh pecah. Tolong basuh pinggan mangkuk dan main air lagi la. Itu kerja orang-orang lama je. Angkat dulang lauk? Huh bertuah!

Tapi tiba-tiba makcik aku panggil aku.

"Ish, meh tolong meh. Pengantin nak sampai dah tu. Kau tolong bawakan bunga manggar iring pengantin."

Aku punya semangat. Terus pergi ambik bunga manggar dan tunggu di hujung jalan, tunggu pengantin iaitu akak sedara aku dan suaminya. Waktu berjalan iring pengantin, aku berhati-hati. Step by step. Lebih lembut kalah pengantin. Jaga halaju, supaya jangan jauh tinggalkan pengantin dan jangan dekat sangat dengan pengantin. Sampailah tiba di rumah, berhenti diluar rumah. Aku cukup bangga dapat tolong majlis orang kahwin hari tu.

Aku tulis ni pasal, last weekend abang aku yang nombor 2 naik pelamin dengan gadis pilihannya, Linda. Linda sebaya dengan aku. Satu badge waktu sekolah dulu tapi sekolah lain-lainla. Dan waktu weekend lepas mereka bersanding, aku terkandas di Coventry, United Kingdom. Tak dapat turut serta majlis kahwin itu. Meriah,meriah bila aku tengok gambar balik. Bukan aku saja tak dapat join, sedara rapat aku yang lain juga beberapa orang gagal menghadiri. Seperti Farna yang buat medic di Bangalore. Alem yang buat medic di Indonesia dan Fad yang buat tesl di Australia.

Haih, beberapa tahun lepas kita sama-sama main kejar-kejar waktu tunggu mama datang ambil dari sekolah. Sekarang, kita sudah berada di serata dunia. *Senyum puas*

Sebelum aku datang sini, aku hari-hari lepak dengan famili aku. Dengan abang aku, Linda, Mubin, Kiki, Apai, Era, Dila, Apis pun ada bila dia balik dari Indon. Begitu juga Ana. Aku ingat lagi, aku pergi main bowling hari2 sama mereka. Sudah pasti abang aku belanja. Dua minggu straight kitorang main bowling setiap malam. Abang aku saja ambil cuti seminggu dari kerja sebab mau lepak dengan aku sebelum aku terbang ke negara orang.

This is for you Faris and Linda. I pray to Allah so that He brings happiness and joy into your marriage and gives the best out of the best in anything you want in this unfair life.

Selamat.